5 TIPS MENCEGAH BERAT JANIN BERLEBIH (BAYI BESAR)

5 tips mencegah berat janin berlebih (bayi besar) ini harus diketahui para Bunda. Macrosomia atau yang sering disebut bayi besar adalah bayi yang dilahirkan dengan bobot lebih dari 4.000 gram. Umumnya bayi baru lahir dengan usia dalam kandungan cukup bulan (37 minggu sampai 42 minggu) berkisar antara 2.500 gram sampai 4.000 gram. Dalam kondisi tertentu, ada beberapa ibu hamil yang ternyata melahirkan bayi dengan bobot di atas 4.000 gram.

Ada beberapa faktor yang jadi penyebab kenapa bayi terlahir besar. Diantaranya ibu hamil punya riwayat diabetes (hormonal), kenaikan berat badannya memang berlebih saat hamil & adanya faktor keturunan. Meskipun tampak menggemaskan saat melihat bayi gemuk & lucu, sebenarnya proses persalinan dari bayi besar ini sangat berisiko.

 

5 tips mencegah berat janin berlebih (bayi besar)

5 tips mencegah berat janin berlebih (bayi besar) Image: Ingender.com

Risiko Melahirkan Bayi Besar

Persalinan jadi lebih rentan menimbulkan cedera baik pada ibu ataupun bayi. Pada ibu, dapat terjadi robekan pada jalan lahir yang luas, peregangan pada tulang simfisis yang berlebihan pada panggul, melahirkan harus dengan bantuan alat forseps ataupun vakum & berpotensi melahirkan dengan jalan operasi Caesar akibat ketidaksesuaian ukuran panggul dengan kepala bayi yang dalam bahasa medis dinamakan Cephalo Pelvic Disproportion.

Begitu juga pada sang bayi.  Mereka bisa saja mengalami cedera patah tulang karena kemacetan bahu bayinya saat melewati jalan lahir. Bayi juga memiliki resiko mengalami cerebralpalsy atau kelumpuhan saraf otak dikarenakan cedera kepala saat ia melewati jalan lahir. Pada saat ia berada di luar rahim, bayi akan lebih mudah mengalami penurunan pada kadar gula darah secara berlebihan  (hipoglikemia).

Bayi besar juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pada pernafasan, terutama bayi besar yang dilahirkan dengan usia kehamilannya kurang dari 37 minggu. Meskipun terlhat besar, namun karena belum cukup bulan,  bisa memungkinkan paru-paru bayi belum mampu berkembang secara sempurna. Dalam periode pertumbuhan selanjutnya, bayi juga bisa berisiko mengalami obesitas

Perlu para orangtua ketahui, berat badan dari seorang ibu hamil cenderung bertambah juga seiring dengan pertumbuhan janinnya di dalam kandungan. Pertambahan berat badan ibu tentu penting terhadap keberhasilan di dalam proses kehamilan terutama saat trimester dua & tiga masa kehamilan serta sebagai persiapan proses menyusuinya kelak. Namun penambahan berat badan tidak boleh berlebihan.

Peningkatan berat badan atau bobot tubuh pada seorang wanita hamil selain disebabkan oleh adanya penimbunan lemak pada jaringan tubuhnya, ada juga faktor lain seperti penumpukan cairan tubuh (edema), ada pembentukan  plasenta, air ketuban & janin.

Cara & tips mencegah berat janin berlebih (bayi besar)

Mengingat begitu banyaknya risiko yang bisa muncul jika terjadi kehamilan dengan bobot bayi besar, maka para ibu hamil sebaiknya memperhatikan beberapa cara & tips mencegah berat janin berlebih (bayi besar) berikut ini :

Selalu menjaga kenaikan berat badan

Terutama bagi ibu hamil yang memiliki diabetes & obesitas. Untuk para ibu hamil dengan bobot badan normal, kenaikan berat badannya selama hamil adalah sekitar 10 kg – 13 kg. Namun jika berat badan sebelum hamilnya kurang dari 45 kg, atau pada saat sebelum hamil sudah terjadi obesitas maka kenaikan berat badannya disesuaikan dengan anjuran dari bidan atau dokter. Lihat juga: Tabel Kenaikan Berat Badan Normal Saat Hamil.

Rutin berolahraga

Ibu hamil yang kurang bergerak akan membuat kalori tubuhnya menumpuk & tersimpan dalam bentuk lemak & akan menjadi cadangan kalori tubuh. Senam hamil & sering jalan kaki, terutama pagi hari dengan teratur tentu akan sangat membantu Anda untuk mencegah kenaikan berat badan yang berlebih saat hamil. Lihat juga: 8 Olahraga Terbaik Untuk Ibu Hamil.

Perbanyak konsumsi buah & sayur, terutama saat memasuki trimester III

Buah-buahan yang segar atau sayuran di dalam bentuk jus  yang banyak kandungan seratnya sangat disarankan. Hindari camilan junkfood serta kudapan yang memiliki banyak kandungan zat gula seperti es krim & puding yang berkadar gula tinggi. Minuman sirup dengan pemanis sebaiknya juga dikurangi jika kenaikan berat badan Anda telah melewati batas normal.

Patuhi diet & pengobatan yang teratur

Bagi para ibu hamil dengan riwayat diabetes sebaiknya selalu mematuhi diet atau aturan pada pola makan sesuai anjuran dari dokter & teratur mengikuti program terapi diabetesnya, baik pemberian insulin ataupun obat minum. Jangan lakukan diet sendiri tanpa arahan dokter ketika sedang hamil karena berisiko bagi kesehatan janin Anda.

Pemeriksaan teratur

Periksakan kondisi kehamilan Anda secara teratur untuk pemantauan berat badan. Pada setiap  kunjungan secara berkala tersebut, bidan & dokter akan membantu untuk memantau berat badan setiap wanita hamil dengan pertimbangan Body Mass Index atau BMI masing – masing.

Nah itulah penyebab, risiko dan 5 tips mencegah berat janin berlebih (bayi besar) yang harus Anda ketahui. Pola hidup sehat dengan olahraga teratur & makan makanan sehat sangat membantu agar hal ini tidak terjadi dan tentu saja pemeriksaan rutin ke dokter atau bidan juga tidak boleh dilewatkan.

Info Bumil Lainnya