BERAPA UKURAN LINGKAR KEPALA JANIN YANG NORMAL?

Berapa ukuran lingkar kepala janin yang normal? Lingkar atau diameter kepala janin atau yang dalam istilah medisnya dinamakan Head Circumferesial (HC) ini selain dapat digunakan untuk dapat mengetahui usia kehamilan pada saat usia kandungan dalam usia trimester ke dua & tiga, juga dapat dijadikan sebagai alat pendeteksi terhadap kelainan otak bawaan.

  • Mengukur lingkar kepala janin ini dapat dilakukan pada saat usia kehamilan Bunda sudah di atas 12 minggu. Berikut beberapa ukuran lingkar kepala janin yang normal sesuai usia kehamilan Bunda.
  • Saat usia janin Bunda 13 minggu, lingkar kepala janin dalam kandungan berada pada angka 84 mm.
  • Pada usia kehamilan Bunda yang 20 hingga 22 minggu, lingkar kepala janin dalam kandungan berada di angka 175 hingga 198 mm.
  • Pada saat trimester ke tiga, di usia kehamilan sekitar 30 hingga 32 minggu, lingkar kepala bayi dalam kandungan yang normal berkisar antara 280 hingga 296 mm.
Berapa ukuran lingkar kepala janin yang normal

Image: babycenter.com

Jika menurut dokter yang memeriksa ternyata ukuran lingkar kepala bayi dalam kandungan tidak normal setelah dilakukan deteksi lewat USG, maka akan muncul dugaan bahwa janin dalam kandungan mengalami kelainan otak bawaan. Ukuran lingkar kepala bayi dalam kandungan yang lebih besar bisa saja mengindikasikan janin mengalami Hidrosefalus atau adanya penimbunan cairan otak serebrospinal secara berlebihan di dalam otaknya.

Sebaliknya jika ukuran lingkar kepala bayi dalam kandungan lebih kecil daripada ukuran normalnya maka kemungkinan janin tersebut mengalami Mikrosefalus atau kelainan pada otak yang terjadi akibat gagalnya pertumbuhan otak dalam kecepatan yang normal.

Deteksi hal ini sejak dini! Jika kelainan yang terjadi pada otak janin dalam kandungan ini terdeteksi sejak dini, maka bisa dilakukan eugenic abor-tion yaitu tindakan pengguguran janin yang dilakukan karena memiliki cacat bawaan. Namun jika hal ini baru terdeteksi pada trimester ke tiga usia kehamilan, maka janinnya terpaksa harus dilahirkan. Bayi yang terdeteksi mengalami Mikrosefalus ini seringkali bisa bertahan hidup tapi cenderung mengalami keterbelakangan pada mentalnya, gangguan koordinasi pada otot dan kejang. Sedangkan pada janin yang terdeteksi Hidrosefalus dan bisa bertahan hidup akan cenderung mengalami kelainan pada intelektual, fisik serta sarafnya. Baca juga: 6 Gerakan Janin Dalam Kandungan Setiap Minggunya.

Inilah pentingnya  rutin memeriksakan kandungan secara rutin agar bisa mengetahui ukuran lingkar kepala janin yang normal sejak dini. Tentu saja Bunda harus mendengarkan semua saran dokter yang melakukan pemeriksaan tentang kondisi bayi dalam kandungan Bunda agar tidak mengambil tindakan yang salah.

Info Bumil Lainnya