9 PENYEBAB SUSAH HAMIL ANAK KEDUA MENURUT MEDIS

Apa saja penyebab susah hamil anak kedua? Banyak para pasangan suami istri yang mengeluhkan sulit untuk mendapatkan anak kedua. Apabila Anda termasuk wanita tidak juga hamil setelah sebelumnya melahirkan anak pertama, maka bisa jadi Anda mengalami beberapa masalah infertilitas sekunder.

Hanya karena mempunyai seorang anak tidak lama setelah Anda menikah, hal tersebut tidak bisa menjadi jaminan Anda akan mudah hamil untuk memiliki anak kedua, ketiga & seterusnya. Hal tersebut karena beberapa orang mengalami masalah pada infertilitas sekunder yang bisa saja dialami ibu atau ayah. Jika Anda memang ingin menambah lagi momongan, sebaiknya segeralah berkonsultasi ke dokter. Karena jika Anda memang mengalami beberapa masalah infertilitas sekunder, hal tersebut sebenarnya bisa diatasi. Dalam beberapa kasus, keluhan seperti itu dapat disembuhkan. Kemungkinan timbulnya masalah infertilitas serius cukup jarang terjadi jika sebelumnya Bunda sudah punya bayi.

9 penyebab susah hamil anak kedua

Image: dr.dk

Nah, berikut ini kemungkinan 9 penyebab susah hamil anak kedua setelah Bunda mendapatkan anak pertama sebagaimana yang  dikutip dari laman Boldsky.

Faktor Usia

Kesuburan seorang wanita akan menurun setelah Bunda berusia usia 30 tahun. Pada usia sekitar 35 tahun juga terdapat penurunan aktivitas hormonal juga. Jadi jika Bunda saat ini berusia di akhir 30-an, umumnya hal tersebut merupakan peringatan bahwa Bunda telah melewati masa puncak kesuburan. Meskipun demikian hal tersebut tidak berlaku jamak. Karena dalam banyak kasus, banyak juga wanita berusia 40 tahunan yang masih saja dapat hamil dengan mudah.

Jaringan Parut

Terkadang, operasi ataupun melahirkan secara caesar bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut di dalam sekitar rahim. Ini disebut dengan endometresis & sangat umum terjadi pada seorang wanita. Kondisi ini akan mempengaruhi indung telur, telur & saluran telur serta rahim juga bahkan fungsi sper-ma sehingga menjadi penyebab susah hamil anak kedua dan seterusnya.

Polycystic 0vary Syndrome

Penyakit ini biasanya dapat menyebabkan repro-duksi seorang wanita terganggu sehingga akan susah memiliki anak. Meskipun seorang wanita tidak mengalami penyakit ini pada usia 20-an tahun, tapi tidak ada jaminan pada usia 30-an tahun Anda tidak akan terserang oleh penyakit ini. Penyakit ini disebabkan karena adanya ketidakseimbangan hormon. Di usia yang lebih de-wasa, masalah kesuburan karena polycystic ovary ini menjadi lebih buruk.

Penyumbatan Akibat Fibroid

Fibroid terkadang tumbuh cukup besar sehingga akan memblokir jalan bagi telur yang telah matang dari ovar!um Anda. Fibroid ini sangat umum terjadi pada wanta usia di akhir 30-an. Keluhan seperti ini dapat diobati dengan beberapa obat-obatan & juga bisa dioperasi.

Jumlah Sper-ma

Seseorang bisa berkurang juga kesuburannya dikarenakan usia. Bertambahnya usia kadang kadang mengurangi jumlah serta kualitas sper-ma. Pria biasanya akan menghadapi masalah seperti ini setelah usianya menginjak 40 tahunan. Namun dengan adanya tingkat stres yang meningkat, masalah seperti ini bisa juga terjadi lebih dini.

Mero-kok

Mero-kok dapat mengakibatkan timbulnya masalah kesuburan pada seorang pria ataupun wanita. Pada seorang pria, mero-kok diketahui bisa mengurangi jumlah sper-ma. Sedangkan pada wanita, mero-kok akan menyebabkan kerusakan pada telur di dalam ovar!um. Efeknya tentu komulatif sehingga bisa mengurangi kesempatan bagi seseorang untuk mendapat momongan kembali atau menjadi penyabab susah hamil anak kedua & seterusnya.

Bermasalah Pada Kehamilan Pertama

Beberapa komplikasi yang dialami selama kehamilan anak pertama Anda bisa membuat seorang ibu punya masalah ketidaksuburan pada masa mendatang. Sebagai contoh saja, jika Bunda mengembangkan infeksi dalam indung telur atau mengalami peradangan pada panggul selama persalinan anak pertama, maka hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya infertilitas di kemudian hari.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik ataupun kehamilan di luar kandungan merupakan kondisi kehamilan seorang wanita dimana sel telurnya yang telah dibuahi tidak menempel pada rahim ibu, tapi melekat di tempat lain. Apabila Bunda mengalami kehamilan ektopik sesudah kehamilan pertama, maka hal tersebut dapat mengurangi kesempatan Bunda untuk hamil lagi. Karena kehamilan ektopik akan merusak tuba falopi & membentuk jaringan parut.

Ada Masalah Tiroid

Hormon tiroid fungsinya sangat penting untuk ovu-lasi sehingga bisa mempengaruhi kesempatan bagi seorang wanita untuk mendapatkan kehamilan anak kedua. Baik itu hipertiroidisme (kelenjar tiroidnya terlalu aktif) taupun hipotiroidisme (tiroidnya kurang aktif), sama-sama bisa menyebabkan infertilitas.

Penyakit Diabetes

Apabila seseorang mengalami penyakit diabetes setelah mendapatkan kehamilan pertama, maka kemungkinan hal tersebut akan menghalangi yang bersangkutan untuk bisa hamil lagi. Baca juga: 21 Cara Cepat Hamil Dalam Sebulan Saja.

Nah itulah 9 penyebab susah hamil anak kedua yang sering dialami banyak wanita. Jika Anda termasuk yang mengalaminya, sebaiknya segera periksakan kondisi Anda dan suami serta berkonsultasi dengan dokter agar permasalannya segera diatasi, sebelum semuanya terlambat atau bertambah parah

Info Bumil Lainnya