11 PENYEBAB KEGUGURAN PADA IBU HAMIL

Sedikitnya ada 11 penyebab keguguran pada ibu hamil yang harus Bunda ketahui. Tentu saja setiap wanita menginginkan kehamilan & persalinan normal, namun sebagian dari Kita sering mengabaikan kesehatan dan tidak rutin memeriksakan diri ke ahli kandungan selama menjalani masa kehamilan, sehingga terjadi dampak buruk pada kesehatan diri sendiri dan kesehatan bayi yang terdaoat dalamkandungan serta yang paling parah adalah terjadinya kegugurun, hal ini tentu merupakan hal yang paling ditakuti para wanita hamil.

Berikut ini adalah 11 penyebab keguguran pada ibu hamil yang harus diwaspadai selama menjalani masa hamil & mungkin saja terjadi pada keguguran berulang juga.

Penyakit-penyakit yang menyerang ibu

Misalnya saja seperti sindrom antifosfolipid atau Anti Phospholipid Syndrome, dimana antibodi dalam tubuh malah menyerang jaringan tubuh sendiri termasuk kepada embrio, penyakit lupus, anemia, diabetes melitus, darah tinggi, tiroid dll. Awalnya bayi Anda mungkin tidak apa-apa. Namun gangguan kondisi fisik wanita hamil menyebabkan bayi tidak mendapatkan makanan yang cukup & akhirnya meninggal. Keguguran dapat terjadi kapan saja. Dari sebelum kehamilan berusia 12 minggu ataupun hampir melahirkan.

11 penyebab keguguran pada ibu hamil

Image: www.keyword-suggestions.com

Ibu yang per0kok

Pembuluh pembuluh darah ibu yang pero-kok bisa saja mengalami kerusakan, akibatnya nutrisi sulit masuk ke dalam aliran darah. Akibatnya, bayi dalam kandungan tidak cukup mendapatkan makanan & juga oksigen, sehingga tidak mampu berkembang & berakhir dengan keguguran.

Stres & kelelahan yang hebat

Dalam kondisi seperti ini pembuluh-pembuluh darah jadi mengecil, mengakibatkan suplai darah & oksigen yang masuk ke dalam rahim tidak cukup, akibatnya terjadi kontraksi rahim & keguguran atau lahir awal. Pencegahan dari hal ini adalah dengan pemberian obat oleh dokter yang bisa menghilangkan kontraksi rahim ataupun membuat rahim relaks.

Infeksi di area wanita

Bacterial vag!nosis atau vag!nistis bacterialis dapat membuat rahim berkontraksi juga dan menyebabkan bayi menjadi lahir sebelum waktunya. Ibu hamil yang mengalami keputihan juga sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter, sebab bakteri keputihan harus segera diatasi secara tuntas supaya tidak menginfeksi janin. Baca juga: Ini Dia 3 Macam Keputihan, Yang Aman & Bahaya Bagi Kandungan.

 

Infeksi

Jenis infeksi toksoplasma, rubella  bisa menyebabkan terjadinya kematian janin pada usia 3 bulan.

Infeksi virus yang tidak diketahui

Banyak kasus keguguran yang diakibatkan virus yang belum dapat dideteksi. Tiba-tiba saja seorang ibu mengalami gejala yang mirip flu, kemudian tiba-tiba bayi di dalam kandungannya meninggal. Hal seperti ini bahkan bisa terjadi pada kehamilan lanjut.

Imunitas tubuh yang menurun

Daya tahan tubuh ibu hamil yang ngedrop bisa membuka jalan masuknya berbagai virus aneh, yang bahkan tidak bisa teridentifikasi & menyebabkan kematian janin.

Ketidakcocokan darah

Penyebab kegugan pada ibu hamil berikutnya adalah ketidakcocokan darah. Contohnya seperti rhesus incompatibility dan ABO incompatibility yang merupakan kelainan-kelainan darah yang bisa menyebabkan munculnya antibodi dari dalam tubuh ibu yang bisa mematikan bayi di dalam kandungan, baik saat kehamilan di bawah usia 20 minggu ataupun bayi sudah besar & bisa saja terjadi tiba-tiba. Cara pencegahannya adalah sebelum kehamilan dilakukan tes darah dulu pada pasangan suami istri.

Defisiensi gizi

Ibu hamil memerlukan asupan gizi yang baik & seimbang untuk menjaga perkembangan bayinya. Dua macam zat gizi yang paling penting bagi bumil adalah asam folat & zat besi. Agar risiko keguguran saat hamil berkurang, keduanya sebaiknya sudah dikonsumsi saat 5-6 bulan sebelum masa kehamilan. Baca juga: Ini Dia 7 Makanan Sumber Asam Folat Terbaik.

Defek fase luteal ( Luteal Phase Defect )

Ini merupakan kelainan pada sistem hormon seorang ibu yang menyebabkannya tidak bisa mempertahankan kehamilan. Hormon tersebut diperlukan untuk dapat membuat rahim menjadi relaks & menjaga agar bayi agar tidak dikeluarkan tubuh. Pada beberapa orang tertentu, hormon tersebut tidak diproduksi dengan cukup baik, sehingga terjadilah kontraksi & bayi lahir lebih awal.

Polusi

Kota-kota yang memiliki polusi tinggi, angka keguguran wanita hamilnya lebih tinggi. Polutan di air sangat tinggi sekali. Sebab itu, biasanya dokter spesialis kandungan akan menyarankan para ibu hamil untuk mengonsumsi minuman yang memiliki kualitas baik & tidak tercemar, serta sebisa mungkin menghindarkan dirinya dari berbagai sumber polusi. Baca juga: Tips Hamil Kembali Setelah Keguguran.

Itulah 11 penyebab keguguran pada ibu hamil yang dijelaskan oleh Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG (K), yang merupakan staf pengajar di RSCM/FKUI – Jakarta pada laman parenting.co.id. Oleh sebab itu, jaga selalu kehamilan Anda dengan selalu rutin melakukan kontrol ke dokter kandungan, menjaga asupan makanan dan hindari stress serta aktifitas yang berlebihan.

Info Bumil Lainnya