3 EFEK SAMPING SETELAH BERHENTI KB

3 efek samping setelah berhenti KB ini perlu diketahui terutama oleh Anda yang akan menjalani program kehamilan setelah berhenti mengikuti program KB. Minum Pil KB merupakan salah satu cara untuk dapat mengendalikan kehamilan agar jumlah anak ataupun jarak usia anak bisa ditentukan bersama oleh kedua orang tua. Mengontrol terjadinya kehamilan juga nantinya akan sangat membantu bagi keluarga dari berbagai aspeknya, terutama aspek pendidikan & juga aspek ekonomi.

Namun ternyata mengonsumsi pil KB ini juga memberikan beberapa efek samping tersendiri bagi seorang wanita. Umumnya efeknya tersebut akan berbeda-beda, kabarnya kebanyakan wanita yang mengonsumsi pil KB ini memiliki tubuh yang lebih subur atau berat badannya lebih besar daripada wanita lainnya. Ada juga tubuh seorang wanita yang kurang cocok & tidak bisa menerima pil KB ini. Tanda dari ketidakcocokan tersebut juga dapat muncul melalui terjadinya alergi yang tampak pada tubuh. Atau pada saat seorang wanita justru malah mengalami pendarahan yang berlebihan beberapa hari sebelum atau di saat menstruasi.

3 efek samping setelah berhenti KB

Image: merdeka.com

Bagaimana jika seorang wanita berhenti mengonsumsi pil KB, apakah terdapat efek sampingnya juga bagi tubuh? Tentu saja ada beberapa efek yang dirasakan para Bunda apabila mereka berhenti mengonsumsi pil KB. Berikut 3 efek samping setelah berhenti KB, terutama yang berbentuk Pil.

 

Kehamilan

Resiko dan juga efek terbesar pertama yang tentunya bisa dialami saat seorang wanita berhenti mengonsumsi pil KB ini adalah kehamilan. Terutama jika tidak menggunakan alat kon-trasepsi lainnya, misalnya seperti kon-dom, kehamilan tentu saja sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, di saat seseorang sudah berhenti mengonsumsi pil KB ini dan ingin melakukan hubungan in-t!m dengan suami, disarankan agar selalu menggunakan kon-dom untuk dapat mengontrol kehamilan.

Post Pill Amenorrhea

Post Pill Amenorrhea merupakan suatu kondisi dimana seorang Bunda yang telah berhenti dalam mengonsumsi pil KB tidak akan mendapat haid selama 3 hingga 4 bulan lamanya. Kondisi seperti ini cukup banyak ditemui pada para wanita dan ini bukan merupakan kondisi yang berbahaya bagi para Bunda. Pil KB sendiri memang berfungsi untuk mengatur kesuburan dan juga masa menstruasi seorang wanita. Jika ia tidak dikonsumsi, maka selama waktu 3 sampai 4 bulan efeknya mungkin masih mempengaruhi wanita. Hal tersebut dikarenakan pengendapan dari pil KB tersebut di dalam tubuh yang membutuhkan waktu untuk hilang dengan sempurna.

Namun, jika setelah Anda berhenti mengonsumsi pil KB dan dalam 6 bulan lamanya Anda tidak juga mengalami menstruasi dan juga tidak hamil, maka artinya Anda harus segera mengonsultasikannya dengan dokter, karena ditakutkan ada masalah kesehatan yang Anda alami. Baca juga: 9 Penyebab Terlambatnya Haid Selain Kehamilan.

Kapan waktu tepat untuk berhenti mengonsumsi pil KB?

Anda boleh saja berhenti mengonsumsi pil KB ini di saat tubuh sedang dalam kondisi fit. Catatan penting yang harus Anda ketahui adalah bahwa Anda kemungkinan akan mengalami pendarahan sebelum haid apabila berhenti konsumsi pil KB ini di tengah-tengah dosis paket pemakaiannya. Ini efek samping lainnya yang mesti Anda ketahui.

Nah itulah 3 efek samping setelah berhenti KB yang penting untuk diketahui, terutama yang berbentuk pil, yang menggunakan Kb suntik juga bisanya tidak jauh beda dalam efek sampingnya. Anda harus bersiap juga untuk mengalami pemulihan dalam produksi hormon selama 3 hingga 4 bulan, karena itu merupakan hal yang normal jika mendadak selama 3-4 bulan Anda tidak juga mengalami haid.

Info Bumil Lainnya