BERBAGAI ATURAN PERAWATAN KECANTIKAN IBU HAMIL

Aturan perawatan kecantikan ibu hamil ini sangat penting saat kehamilan. Karena wanita hamil tidak boleh sembarangan melakukan perwatan, meskupun merawat & mempercantik diri memang salah satu kegiatan yang umumnya seringkali dilakukan oleh kaum hawa. Kegiatan rutin sepeti pergi ke ke salon atau spa merupakan rutinitas tersendiri bagi para wanita.

Lalu bagaimana dengan aturan perawatan kecantikan ibu hamil tersebut? Mengingat beberapa produk kecantikan wanita mengandung bahan kimia yang tidak aman & berbahaya, apakah di masa kehamilan masih bisa menikmati perawatan tubuh? Berikut aturannya yang dikutip dari okezone.com.

Mulai Trimester Kedua

Dijelaskan oleh dr. Arietta Pusponegoro, SpOG, pada umumnya wanita hamil dapat dengan aman menikmati beberapa perawatan kecantikan saat usia kehamilan memasuki trimester kedua bahkan sampai kehamilan usia trimester ketiga. Meskipun begitu, sebaiknya berbagai perawatan kecantikan dilakukan setelah usia kehamilan Anda melewati trimester pertama.

perawatan kecantikan bagi ibu hamil

Aturan perawatan kecantikan ibu hamil
(Image: cameocollege.com)

Selain itu, Arietta juga menjelaskan bahwa ada dua hal yang harus diperhatikan oleh wanita hamil. Pertama, pilihlah salon atau spa yang terpercaya serta memiliki beautician atau spa-therapist yang berpengalaman.

Beberapa salon dan spa terbaik, bahkan menyediakan seorang beautician atau spa-therapist bersertifikasi khusus untuk perawatan kecantikan pranatal. Kedua, pastikan bahwa salondan spa tersebut menyediakan berbagai produk kecantikan khusus untuk pranatal atau produk mild/ sensitive dengan kualitas paling baik.

Mewarnai Rambut Saat Hamil

Mewarnai rambut bagi ibu hamil (temasuk coloring, high-lighting, toning ataupun bleaching) atau pun mengubah tekstur rambutnya sepeti mengeriting alias perming atau meluruskan alias rebonding dengan memakai bahan-bahan kimia selama dalam masa kehamilan telah lama jadi subjek kontroversi tersendiri.

Meskipun belum ada sebuah studi konklusif, sebaiknya para wanita menghindari pewarnaan ataupun mengubah tekstur rambutnya selama kehamilan. Namun, jika Anda sangat ingin mengubah warna ataupun tekstur rambut dan tidak bisa ditunda lagi, disarankan untuk menunggu hingga setelah lewat trimester pertama, untuk meminimalkan dampak negatifnya yang mungkin saja terjadi pada janinnya. Namun ini juga harus dengan seizing dokter kandungan agar diberikan rekomendasi bahan yang tepat. Baca juga: 8 Tips Perawatan Ibu Hamil Agar Tetap Cantik.

Hair Spray Saat Hamil

Selain itu, akibat dari perubahan hormonal, kepekaan dari indra penciuman ibu hamil terhadap aroma dari beberapa bahan kimia biasanya seing dialami selama dalam trimester pertama. Sehingga bagi Anda yang ingin menata rambutnya, dianjurkan juga untuk memilih produk non aerosol, utamanya hair spray. Beberapa penelitian mengenai occupational exposure atau pemaparan dalam pekerjaan, menunjukkan bahwa adanya hubungan antara beberapa jenis pekerjaan di salon kecantikan dengan terjadinya kelainan pada janin, termasuk diantaranya ada kaitan antara pemakaian hair spray yang terus menerus dengan terjadinya deformitas pada sistem repro-duksi laki-laki.

Menurut penelitian ilmiah yang penah diterbitkan pada jurnal Environmental Health Perspectives, pada 2008 lalu, Perempuan hamil terancam risiko dua sampai tiga kali lipat akan melahirkan bayi dengan kondisi hypospadias apabila terpapar bahan kimia yang berasal dari hair spray, utamanya pada saat trimester pertama kehamilannya. Hypospadias ini adalah kelainan pe-nis di mana bagian lubang kencingnya tidak berada pada bagian ujung kepala tetapi di bagian bawah, di batang ataupun di antara buahnya. Itu kan mengakibatkan penderita terpaksa harus jongkok di saat buang air kecil.

Spa saat hamil

Relaksasi di spa merupakan suatu hal yang membuat rileks & menyenangkan bagi bumil, karena hal tersebut merelaksasi otot-otot Anda yang tegang. Meskipun demikian, ada juga beberapa hal utama yang harus selalu dihindari bumil, misalnya seperti steam, sauna dan juga berendam di dalam kolam air hangat dengan suhunya yang sama ataupun lebih dari 37,5 derajat Celsius. Kegiatan tersebut dapat membuat pembuluh darah Anda yang sudah melebar akan menjadi bertambah lebar, sehinggga mampu meningkatkan suhu inti tubuh Anda ke titik yang sangat berbahaya bagi janin.

Beberapa jenis aromaterapi yang aman bagi wanita hamil ialah rose (mawar), jeruk mandarin, frankincense (kemenyan), eucalyptus (kayu putih), lemon dan juga lavender. Sedangkan aromaterapi lainnya yang tidak dianjurkan bagi Anda ialah basil, cedar wood (cedar kayu), juniper, marjoram, mur (myrrh), rosemary, sage, clay sage (tanah liat sage), minyak adas (fennel) dan thyme, karena diketahui bisa memicu mual, muntah, ataupun kontraksi sebelum waktunya.

Lalu bagaimana dengan fish spa bagi ibu hamil? Meskipun sekarang fish spa ini sedang tren, sebaiknya Anda menghindarinya karena mungkin saja pada air kolamnya kotor dan juga bisa mengandung bakteri lainnya seperti Pseudomonas sp. ataupun Escherichia coli.

Luluran saat hamil

Luluran bagi ibu hamil sebenarya diperbolehkan. Sepanjang luluran tersebut dilakukan dengan lembut serta tidak terlalu keras ketika melakukan scrubbing tau menggosok kulit yang memang sedang cukup sensitif sehingga cukup mudah terjadi iritasi.

Ketika dilakukan massage sebelum dilulur, pakailah produk herbal sepeti minyak zaitun ataupun minyak kelapa. Posisi tubuh di saat telentang juga sebaiknya diganjal dengan beberapa bantal. Hindarilah massage ala reflexology di bagian kaki, tumit dan juga telapak kaki Anda karena dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko munculnya kontraksi.

 

Facial saat hamil

Facial bagi ibu hamil juga diperbolehkan selama facial ini bertujuan untuk dapat membersihkan kulit wajah dan juga pori-pori yang mungkin telah tersumbat. Ingat, perhatikanlah posisi tubuh di saat akan berbaring. Anda dianjurkan untuk selalu mengganjal bagian belakang dengan memakai beberapa bantal karena di saat usia kehamilan trimester kedua & ketiga, posisi telentang yang lama dapat membuat sirkulasi aliran darah Anda jadi kurang lancar.

Meskipun demikian, di dalam kaitannya dengan chemical peeling, ada produk-produk yang harus ibu hamil hindari, berikut di antaranya:

  • Retinoid, dengan berbagai produk turunannya, misalnya seperti diffrein (adapelene), retin-A, Retinoic acid, Retinol, Retinyl linoleate, Renova (tretinoin), Retinyl palmitate, Tazorac dan juga avage (Tazarotene).
  • Salicyl acid, dengan bebeapa produk turunannya, yaitu BHA ataupun Beta Hydroxy Acid.
  • Sedangkan produk-produk yang aman untuk Anda adalah Alpha Hydroxy Acids yang kadang-kadang tertulis AHAS, Glycolic acid & lactic acid.

Manicure Pedicure Saat Hamil

Sangat menyenangkan bagi seorang wanita hamil untuk menikmati sebuah pelayanan manicure-pedicure, karena di usia kehamilannya yang cukup lanjut membuat ibu hamil cukup sulit untuk dapat menjangkau bagian jari-jari kakinya.

Usahakan untuk menggunakan peralatan manicure pedicure pribadi, karena Anda tidak bisa menjamin bahwa berbagai peralatan manicure-pedicure yang terdapat salon aman dan juga steril dari kuman para pemakai sebelumnya. Selain itu, pilihlah seorang terapis yang berpengalaman, agar kemungkinan terjadinya sebuah kecelakaan kecil bisa dihindari. Misalnya saat memakai gunting kultikula. Baca juga: 5 Masalah Kulit Ibu Hamil & Solusinya.

Memakai Cat Kuku Saat Hamil

Pemakaian cat kuku untuk ibu hamil? Silakan saja, asal hal tersebut dilakukan dengan produk yang benar dan juga di tempat yang tepat. Cat kuku wanita yang di dalamnya memiliki kandungan bahan kimia tentu saja akan berbahaya bagi janin Anda bila terhirup oleh seorang wanita hamil dalam jumlah besar. Misalnya seperti butyl phthalates, formaldehyde dan juga toluene. Oleh sebab itu pilihlah cat kuku yang tidak memiliki bahan kimia tersebut.

Beruntung, tidak satu pun dari berbagai bahan kimia ini bisa diserap ke dalam tubuh lewat kuku. Tapi jika Anda tidak mendapat cat kuku yang bebas dari butyl phthalates, formaldehyde dan juga toluene, sebaiknya Anda mengecat kuku di salon ataupun di dalam ruangan yang punya ventilasi baik dengan udaranya yang segar sehingga aroma dari cat dapat mengalir dengan bebas & Anda juga tidak menghirup aroma zat-zat berbahaya tersebut. Jangan lupa juga untuk memilih cat kuku dengan warna muda, sehingga akan lebih mudah dihapus dengan memakai sedikit acetone atau free nail polish remover. Baca juga: Bahaya Kuteks Bagi Ibu Hamil.

Itulah berbagai aturan perawatan kecantikan ibu hamil. Meskipun demikian, Kami selalu meekomendasikan untuk sebisa mungkin menghindari berbagai bahan kimiawi selama kehamilan dan beralih ke bahan alami dulu, karena bahan kimia sedikit banyak memiliki risiko bagi kandungan, yang paling parah adalah terjadinya kelainan pada bayi, bayi lahir cacat, prematur ataupun kegu-guran. Selain itu, jangan lupa untuk selalu bekonsultasi dengan dokter agar mendapat saran yang cocok untuk Anda, karena kondisi tubuh setiap ibu hamil berbeda-beda.

Info Bumil Lainnya